"Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan."
Belum ada catatan batas bacaan
عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ:
لا حَسَدَ إِلاَّ عَلَى اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَقَامَ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ، وَرَجُلٌ أَعْطَاهُ اللَّهُ مَالاً فَهُوَ يَتَصَدَّقُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ
متفق عليه
Abdullah ibn Umar ra berkata : Aku mendengar Rasulullah saw bersabda :
Tidak diperbolehkan hasud (iri hati) itu kecuali kepada dua golongan; Kepada orang-orang yang Allah berikan kepada mereka al-Qur’an dan mereka selalu membacanya ditengah malam, dan kepada orang-orang yang Allah berikan kepada mereka harta kemudian disedekahkannya siang dan malam.
Hadis sahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (hadis no. 4637) dan Muslim (hadis no. 1350). Hadis ini dengan menggunakan lafaz al-Buhkari. Selain al-Bukhari dan Muslim, hadis ini juga diriwayatkan oleh al-Tirmizi (Hadis no. 1859), Ibn Majah (Hadis no. 4199) dan Ahmad (Hadis no. 4322, 4688, 5361, 5891, dan 6155)