"Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan 'uzur, yaitu orang-orang Arab Baswi agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih."
Belum ada catatan batas bacaan
عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْه :
كَانَ رَجُلٌ يَقْرَأُ سُورَةَ الْكَهْفِ وَإِلَى جَانِبِهِ حِصَانٌ مَرْبُوطٌ بِشَطَنَيْنِ فَتَغَشَّتْهُ سَحَابَةٌ فَجَعَلَتْ تَدْنُو وَتَدْنُو وَجَعَلَ فَرَسُهُ يَنْفِرُ فَلَمَّا أَصْبَحَ أَتَى النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ:تِلْكَ السَّكِينَةُ تَنَزَّلَتْ بِالْقُرْآنِ .
متفق عليه
Barra’ bin ‘Azib bercerita bahwa: Suatu ketika seorang laki-laki membaca surat al-Kahfi, di sebelahnya terdapat kuda yang terikat dengan dua tali yang panjang, kemudian nampak awan yang memayunginya, dekat dan semakin dekat, sehingga membuat kudanya berontak (ingin lari/ pergi). Ketika pagi menjelang, orang tersebut datang kepada Nabi saw dan menceritakan kejadian semalam. Kemudian Nabi saw berkomentar :
Itulah ketenangan yang turun bersama al-Qur’an
Hadis sahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (hadis no. 3345) dan Muslim (hadis no. 1325).