مَّا كَانَ ٱللَّهُ لِيَذَرَ ٱلْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَآ أَنتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ ٱلْخَبِيثَ مِنَ ٱلطَّيِّبِۗ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى ٱلْغَيْبِ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَجْتَبِى مِن رُّسُلِهِۦ مَن يَشَآءُۖ فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦۚ وَإِن تُؤْمِنُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ

"Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar."


'Ali `Imran (3:179)

Qori'ah

Surat terakhir yang dibaca (22-02-2017)
Al-Baqarah, 2:23 Lanjutkan Bacaan
Riwayat Bacaan :
  • Tanda tanggal 07-02-2017, Al-Baqarah, 2:1
  • Tanda tanggal 01-02-2017, Al-Baqarah, 2:2
  • Tanda tanggal 26-01-2017, Al-Fatihah, 1:1
  • Tanda tanggal 26-01-2017, Al-Baqarah, 2:28
  • Tanda tanggal 24-01-2017, Al-Baqarah, 2:7
  • Tanda tanggal 24-01-2017, Al-Baqarah, 2:1
  • Tanda tanggal 24-01-2017, Al-Baqarah, 2:1
  • Tanda tanggal 07-01-2017, Al-'An`am, 6:4
  • Tanda tanggal 05-01-2017, Al-Ma'idah, 5:120

Quran audio

No flash player!

It looks like you don't have flash player installed. Click here to go to Macromedia download page.

Pencarian

Kata kunci

*Pencarian kata menggunakan input bahasa arab

Hadis-Hadis Keutamaan al-Quran

عَنْ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ الـلَـهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ:

لَوْ جُعِلَ الْقُرْآنُ فِي إِهَابٍ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ مَا احْتَرَقَ

رواه أحمد والدارمي

Uqbah ibn ‘Amir ra berkata: Rasulullah saw bersabda:

Kalaulah al-Qur’an itu diletakkan di atas kain kemudian dilemparkan ke api, niscaya tidak akan terbakar.

 

Hadis hasan, diriwayatkan oleh Ahmad (hadis no. 16779) dan al-Darimi (hadis no. 2176). Kedua perawi tsb meriwayatkan melalui Abdullah ibn Lahi’ah, perawi yang dikritik dan dinilai da’if karena hafalannya yang menurun setelah kitabnya terbakar. Namun penulis melihat riwayat Ahmad adalah dari mereka yang meriwayatkan Hadis Ibn Lahi’ah sebelum kitabnya terbakar. Oleh karena itu, penulis condong menilai Hadis ini dengan hasan.