"Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdoa, dan Kami memperkenankan doanya, lalu Kami selamatkan dia beserta keluarganya dari bencana yang besar."
عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم :
مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَاسْتَظْهَرَهُ، فَأَحَلَّ حَلالَهُ وَحَرَّمَ حَرَامَهُ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ بِهِ الْجَنَّةَ، وَشَفَّعَهُ فِي عَشْرَةٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ، كُلُّهُمْ قَدْ وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ.
رواه الترمذي
Ali ibn Abi Talib ra berkata : Rasulullah saw bersabda :
Barangsiapa yang membaca al-Qur’an dan menampakkannya dengan menghalalkan apa yang dihalalkan al-Qur’an dan mengharamkan apa yang diharamkannya, maka Allah akan masukkan orang tersebut ke dalam surga dan diberi hak untuk memberi syafa’at/pertolongan kepada sepuluh orang karabatnya yang semuanya sudah ditentukan masuk ke dalam neraka.
Hadis da’if, diriwayatkan oleh al-Tirmizi (hn 2830). Menurut beliau, dalam sanad hadis ini terdapat perawi yang dinilai da’if, yaitu Hafs bin Sulaiman. (lihat biografinya dalam kitab Tahdzib al-Kamal, karya al-Mizzi, jil VII, h. 10-12; Taqrib al-Tahdzib, karya Ibn Hajar, h. 172)