al-Qur'an al-Hadi | Beranda

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَٰقَكُمْ لَا تَسْفِكُونَ دِمَآءَكُمْ وَلَا تُخْرِجُونَ أَنفُسَكُم مِّن دِيَٰرِكُمْ ثُمَّ أَقْرَرْتُمْ وَأَنتُمْ تَشْهَدُونَ

"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya."


Al-Baqarah (2:84)

Qori'ah

Surat terakhir yang dibaca (27-06-2016)
Al-Fatihah, 1:5 Lanjutkan Bacaan
Riwayat Bacaan :
  • Tanda tanggal 09-06-2016, Al-Baqarah, 2:1
  • Tanda tanggal 08-06-2016, 'Ali `Imran, 3:1
  • Tanda tanggal 08-06-2016, , :
  • Tanda tanggal 09-05-2016, Al-Fatihah, 1:1
  • Tanda tanggal 09-05-2016, Al-Fatihah, 1:1
  • Tanda tanggal 09-05-2016, Al-Fatihah, 1:1
  • Tanda tanggal 07-05-2016, Al-Fatihah, 1:1
  • Tanda tanggal 02-05-2016, Al-Fatihah, 1:3
  • Tanda tanggal 27-04-2016, Al-Baqarah, 2:20

Quran audio

No flash player!

It looks like you don't have flash player installed. Click here to go to Macromedia download page.

Pencarian

Kata kunci

*Pencarian kata menggunakan input bahasa arab

Hadis-Hadis Keutamaan al-Quran

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم :

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَاسْتَظْهَرَهُ، فَأَحَلَّ حَلاَلَهُ وَحَرَّمَ حَرَامَهُ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ بِهِ الْجَنَّةَ، وَشَفَّعَهُ فِي عَشْرَةٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ، كلُّهُمْ قَدْ وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ.

رواه الترمذي

Ali ibn Abi Talib ra berkata: Rasulullah saw bersabda:

Barangsiapa yang membaca al-Qur’an dan menampakkannya, yaitu dengan menghalalkan apa yang dihalalkan al-Qur’an dan mengharamkan apa yang diharamkannya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, dan akan dapat memberikan syafa’at/pertolongan terhadap sepuluh orang karabatnya, yang semuanya sudah ditentukan masuk ke dalam neraka.

 

Hadis da’if, diriwayatkan oleh al-Tirmizi (hadis no. 2830). Menurut beliau, dalam sanad hadis ini terdapat perawi yang dinilai da’if, yaitu Hafs bin Sulaiman (lihat biografinya dalam kitab Tahdzib al-Kamal, karya al-Mizzi, jil VII, h. 10-12; Taqrib al-Tahdzib, karya Ibn Hajar, h. 172). Menurut penulis, hadis ini mempunyai beberapa penguat sehingga masih dapat dikatagorikan da’if, meski Hafs sendiri mempunyai kredibilitas periwayatan hadis yang rendah, lebih dari sekedar da’if, yaitu da’if jiddan.

Kajian Indeks Tematik al-Quran

Allah